PENGARUH PANDEMI COVID-19 TERHADAP FAKTOR YANG MENENTUKAN PERILAKU KONSUMEN UNTUK MEMBELI BARANG KEBUTUHAN POKOK DI SAMARINDA
Keywords:
Customer Solution, Customer Cost, Convenience, Physicological, Buying Decision, PSBB, COVID-19Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengivestigasi dampak customer soluiton, customer cost dan
convenience terhadap physicological dan buying decision selama masa PSBB dalam
penanggulangan pandemi COVID-19 di Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode sampling
degnan berdasarkan jumlah perkalian indikator variabel untuk mewakili seluruh responden yang
menggunakan sistem daftar pertanyaan yang dikelola sendiri, didesain dari lima dimensi dengan
menggunakan skala likert. Pemodelan persamaan struktural berbasis varian (PLS-SEM) digunakan
untuk menguji pengajuan model struktural dengan dukungan software SmartPLS 3.2.9. Temuan
penelitian ini mengungkapkan bahwa customer solution, dan convenience berpengaruh secara
langsung langsung positif dan signfikan terhadap physicological, kecuali customer cost berpengaruh
secarfa langsung negatif dan tidak signfikan terhadap physicological. Selain itu ditemukan pula
bahwa physicological berpengaruh secara langsung positif dan signifikan terhadap buying decision.
Selanjutnya ditemukan bahwa consumer solution dan convenience berpengaruh secara tidak
langsung terhadap buying decision melalui mediasi physilogical positif dan signfikan, kecuali
customer cost berpengaruh secara tidak langsung terhadap buying decision melalui mediasi
physilogical negatif dan tidak signikan. Pada masa PSBB sebagai antisipasi terhadap pandemi
COVID-19 toko-toko berukuran besar dan permanen yang selama ini berperan besar dalam
menyediakan kebutuhan pokok mayarakat tidak dapat beoperasi secara normal. Pengaruh jarak dan
keamaman dalam berbelanja menentukan sikap konsumen untuk mengambil keputusan berbelanja
di toko terdekat dengan rumah dan dalam kondisi aman dari keramaian atau kerumunan masa. Paad
situasi ini juga memungkinkan adanya keterbatasan pasokan bahan kebutuan pokok yang menaikan
harga namun tidak berdampak terhadap keputusannya untuk membeli dan telah membentuk
perilaku psikologis yang baru.