STRATEGI PENGUATAN PENDIDIKAN NON-FORMAL DI KOTA SAMARINDA

  • Mayahayati Kusumaningrum Puslatbang KDOD LAN
  • Fani Heru Wismono Puslatbang KDOD LAN
  • Hambali Isran Balitbangda Kota Samarinda
  • Ratnaningsih Balitbangda Kota Samarinda
Keywords: pendidikan nonformal, tenaga kerja, kebijakan

Abstract

The increasing need for quality human resources, makes the role of Non-formal Education (PNF) feasible to be strengthened. PNF not only supports the compulsory education completion program, but also eradicates illiteracy, extends early childhood education, and improves skills for the welfare of the students. The current condition of job seekers in Samarinda mostly are high school graduates, and most of the workers are absorbed in the wholesale, retail, restaurant and hotel sectors as well as the transportation, warehousing, and communication sectors. The research was conducted in order to search for a strategic way and also come up with an alternative with which and by whom non formal education to fit the needs the business world in the city of samarinda. This study used qualitative research methods. Data collection uses library and field research. Data collection in the field was carried out by in-depth interviews and FGDs to related agencies and institutions. From the aspect of policy, the current condition of non-formal education has been carried out based on the mandate of the legislation, however the non-formal education sector has not been a priority for local governments to be strengthened. At present, there are not too many variations of PNF in Samarinda compared to those in other regions. Moreover, knowledge and skills based on online systems (e-commerce) have not been explored properly by local governments.

 Keywords: Non-formal education, labor, policy

 

ABSTRAK

Meningkatnya kebutuhan akan sumber daya manusia berkualitas, menyebabkan peranan Pendidikan Nonformal (PNF) menjadi pertimbangan. PNF tidak hanya mendukung program penuntasan wajib belajar, akan tetapi juga memberantas buta aksara, perluasan pendidikan anak usia dini, serta peningkatan keterampilan dan kecakapan untuk selanjutnya mampu meningkatkan kesejahteraan hidup warga belajarnya. Kondisi SDM pencari kerja di Samarinda saat ini merupakan lulusan SMA, dan sebagian besar pekerja terserap di sektor perdagangan besar, eceran, rumah makan, dan hotel serta sektor angkutan, pergudangan, dan komunikasi. Penelitian ini dilakukan untuk mencari langkah strategis dan juga alternatif yang mendorong pendidikan nonformal agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha di Kota Samarinda Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan penelitian kepustakaan dan lapangan. Penggalian data di lapangan dilakukan secara indepth interview serta FGD ke dinas dan lembaga terkait. Dari penggalian data lapangan dan studi kepustakaan terlihat bahwa kondisi pendidikan nonformal saat ini dilihat dari aspek kebijakan sudah dilakukan urusannya berdasarkan amanah peraturan perundangan yang memayunginya, namun sektor pendidikan nonformal belum menjadi prioritas daerah untuk digarap. Saat ini pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia usaha di Kota Samarinda belum terlalu banyak jenisnya dibanding dengan yang ada di daerah lain. Pengetahuan dan keterampilan berbasis online system (e-commerce) belum digarap dengan baik oleh pemerintah daerah.

 Kata kunci: pendidikan nonformal, tenaga kerja, kebijakan

References

BPS Kota Samarinda. (2019). “Kota Samarinda Dalam Angka 2019”. Samarinda: BPS Kota Samarinda

Coombs, Philip H. & Ahmed, Manzoor. (1974). “Attacking Rural Poverty: How Nonformal Education Can Help”. A Research Report for the World Bank. Baltimore: The John Hopkins University Pers.

Dariah, Atih Rohaeti. (2004). “Pendidikan dan Pembangunan Ekonomi”. Jurnal Mimbar, Vol. XX, No. 2, April-Juni 2004: 121-133. ISSN 0215-8175, e-ISSN 2303-2499. Bandung: Unisba.

Hidayat, M. Arif & Anwar, Ali & Hidayah, Noer. (2017). “Pendidikan Non-Formal Dalam Meningkatkan Keterampilan Anak Jalanan”. Jurnal Edudeena Vol. 1 No. 1 pp. 31-42, Februari 2017.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 25 Tahun 2018. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 896. Jakarta: Kementerian Hukum dan HAM RI

Keuchel, Susanne von. (2014). “Arts Education Development Index (AEDI) – Ein international-vergleichender empirischer Forschungsansatz in der Kulturellen Bildung”. Dapat dilihat di: https://www.kubi-online.de/artikel/arts-education-development-index-aedi-international-vergleichender-empirischer. Diakses pada tanggal 14 Agustus 2019.

Kingdom of Cambodia. (n.d). “Policy of Non-Formal Education”. Royal Government of Cambodia.

Krezios, Athanasios (Sakis) & Ambrozy, Miki. (2010). “Here2stay: A Handbook On Non-Formal Learning and Its Social Recognition”. Greece: Kids in Action Non-Governmental Organization.

Miradj, Safri & Sumarno. (2014). “Pemberdayaan Masyarakat Miskin, Melalui Proses Pendidikan Nonformal, Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Halmahera Barat”. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, Vol. 1 No. 1, Maret 2014.

Pandya, Rameshwari & Maniar, Avani. (2014). “Non Formal Education: An Indian Context”. India: International e-Publication.

Pemerintah Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sekretariat Negara

Pemerintah Indonesia. (2010). Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23. Jakarta: Sekretariat Negara

Pemerintah Kota Samarinda. (2016). Peraturan Walikota Samarinda Nomor 23 Tahun 2016 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendidikan Kota Samarinda. Berita Daerah Kota Samarinda. Samarinda: Sekretatiat daerah Kota Samarinda

Prasetyo, Iis. (2009). “Membangun Karakter Wirausaha Melalui Pendidikan Berbasis Nilai Dalam Program Pendidikan Non-Formal”. Jurnal PNFI, Vol. 1, No. 1. Agustus 2009: pp.1-12. ISSN 2085-8213. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Reza. (2017). Mendikbud: Pendidikan Nonformal Punya Peranan Penting. https://www.liputan6.com/news/read/3093586/mendikbud-pendidikan-nonformal-punya-peranan-penting. Diakses pada tanggal 13 Agustus 2019.

Suryono, Yoyon & Tohani, Entoh. (2016). “Inovasi Pendidikan Nonformal”. Yogyakarta: Graha Cendekia.

Published
2019-11-12
Section
Articles