Pengaruh Penggunaan Media Sosial Instagram Dinas Komunikasi Dan Informatika Kota Samarinda Terhadap Partisipasi Publik Untuk Mendukung Prinsip E-Government
The Influence Of Instagram Social Media Usage By The Communication And Information Agency Of Samarinda City On Public Participation In Supporting The Principles Of E-Government
DOI:
https://doi.org/10.54902/jri.v7i1.172Kata Kunci:
Sosial Media; Instagram; Partisipasi Publik; E-Government.Abstrak
Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya peran media sosial sebagai sarana komunikasi interaktif antara pemerintah dan masyarakat yang diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan publik dalam proses pemerintahan berbasis teknologi atau e-government. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial Instagram oleh Dinas Komunikasi dan informatika Kota Samarinda terhadap partisipasi publik, serta menguji terkait kebenaran dari hipotesis yang diajukan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan indikator 4C (Content, Context, Connection, Collaboration) sebagai kerangka untuk menilai efektivitas komunikasi digital di media sosial pemerintah. Indikator ini merepresentasikan kualitas isi konten, kesesuaian konteks, jalinan koneksi dengan audiens, serta tingkat kolaborasi yang terbangun. Sementara itu, partisipasi publik dianalisis menggunakan model International Association for Publik Participation (IAP2), yang mengklasifikasikan partisipasi menjadi lima tingkatan, yaitu adalah Inform (memberi informasi), Consult (meminta masukan), Involve (melibatkan), Collaborate (berkolaborasi), dan Empower (memberdayakan). Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden dan dianalisis menggunakan Koefisien Korelasi Rank Spearman melalui perangkat lunak SPSS versi 30. Adapun hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat antara penggunaan media sosial dan partisipasi publik, dengan nilai korelasi sebesar 0,884. Dengan demikian, hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak Temuan ini menegaskan bahwa media sosial berperan penting dalam mendorong keterlibatan masyarakat dalam pemerintahan. Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan, seperti rendahnya tingkat interaksi (like, komentar, dan share) pada akun Instagram Diskominfo yang dapat memengaruhi efektivitas komunikasi digital, serta keterbatasan pada satu platform media sosial saja.