Studi Kompetensi di Sektor Publik dan Kasusnya di Samarinda, Indonesia
The Studies of Competencies in The Public Sector and Its Case in Samarinda, Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.54902/jri.v7i1.162Kata Kunci:
Pengembangan kompetensi; pegawai negeri sipil; sektor publik; analisis bibliometrikAbstrak
Pengembangan kompetensi di sektor publik ditujukan untuk meningkatkan kinerja organisasi sektor publik dan kinerja pelayanan publik. Banyak penelitian tentang isu ini telah dilakukan, tetapi praktik pengembangan kompetensi masih menjadi masalah kritis di sektor publik Indonesia. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis tren studi pengembangan kompetensi di sektor publik dan untuk mengkaji pengembangan kompetensi pegawai negeri sipil di Kota Samarinda. Penelitian ini menggabungkan dua metode penelitian. Pertama, menggunakan semi-literature review dengan analisis bibliometrik. Data dikumpulkan dari database Scopus dan perangkat lunak VOSviewer digunakan untuk menganalisis, memvisualisasikan, dan menjelajahi peta berdasarkan data jaringan. Kedua, strategi studi kasus diterapkan untuk menangkap praktik pengembangan kompetensi di sektor publik. Lokusnya adalah Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kota Samarinda. Penelitian ini menemukan tren positif pengembangan kompetensi dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak 2018. Topik pengembangan kompetensi sering disajikan bersama dengan berbagai kata kunci. Tetapi pendidikan adalah kata kunci yang paling sering muncul dalam hasil pencarian. Kata kunci yang paling berpengaruh berikutnya adalah people, public sector, articles, leadership, dan competency. Singkatnya, topik pengembangan kompetensi di sektor publik menarik dan banyak tersedia untuk dielaborasi untuk penelitian di masa mendatang. Sejak tahun 2018, topik ini telah mencapai jumlah publikasi yang lebih tinggi. Selain itu, menggabungkan kata kunci pengembangan kompetensi dengan kata kunci lainnya dapat menghasilkan varian topik penelitian baru dan pengetahuan baru terkait topik pengembangan kompetensi di sektor publik baik di negara maju maupun negara berkembang. Dalam praktiknya, pengembangan kompetensi di lokus tersebut merupakan potret praktik pengembangan kompetensi di Kota Samarinda sebagai ibu kota provinsi Kalimantan Timur di Indonesia. Selain memiliki berbagai peluang dari sisi eksternal, tetapi juga memiliki kelemahan dari sisi internal. Jika tidak segera ditindaklanjuti, akan sulit bagi unit analisis untuk mendukung visi walikota dalam menciptakan wirausahawan baru di kota tersebut. Contoh pengembangan pegawai negeri sipil ini perlu dibandingkan dengan praktik di pemerintah daerah lainnya. Isu ini jauh lebih banyak dibahas bersama dengan kata kunci pendidikan, oleh karena itu ada peluang besar untuk mengeksplorasi topik ini di sektor publik. Lebih jauh lagi, praktik pengembangan kompetensi pada UKM masih terbatas meskipun memiliki peluang yang sangat besar untuk memanfaatkan potensinya.