STRATEGI PENGUATAN PENDIDIKAN NON-FORMAL DI KOTA SAMARINDA
Kata Kunci:
pendidikan nonformal, tenaga kerja, kebijakanAbstrak
Meningkatnya kebutuhan akan sumber daya manusia berkualitas, menyebabkan peranan Pendidikan
Nonformal (PNF) menjadi pertimbangan. PNF tidak hanya mendukung program penuntasan wajib
belajar, akan tetapi juga memberantas buta aksara, perluasan pendidikan anak usia dini, serta
peningkatan keterampilan dan kecakapan untuk selanjutnya mampu meningkatkan kesejahteraan
hidup warga belajarnya. Kondisi SDM pencari kerja di Samarinda saat ini merupakan lulusan SMA,
dan sebagian besar pekerja terserap di sektor perdagangan besar, eceran, rumah makan, dan hotel
serta sektor angkutan, pergudangan, dan komunikasi. Penelitian ini dilakukan untuk mencari
langkah strategis dan juga alternatif yang mendorong pendidikan nonformal agar sesuai dengan
kebutuhan dunia usaha di Kota Samarinda Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif.
Pengumpulan data dilakukan dengan penelitian kepustakaan dan lapangan. Penggalian data di
lapangan dilakukan secara indepth interview serta FGD ke dinas dan lembaga terkait. Dari
penggalian data lapangan dan studi kepustakaan terlihat bahwa kondisi pendidikan nonformal saat
ini dilihat dari aspek kebijakan sudah dilakukan urusannya berdasarkan amanah peraturan
perundangan yang memayunginya, namun sektor pendidikan nonformal belum menjadi prioritas
daerah untuk digarap. Saat ini pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia usaha di
Kota Samarinda belum terlalu banyak jenisnya dibanding dengan yang ada di daerah lain.
Pengetahuan dan keterampilan berbasis online system (e-commerce) belum digarap dengan baik
oleh pemerintah daerah.