MONITORING PENATAAN PERMUKIMAN TEPIAN SUNGAI MAHAKAM DI KOTA SAMARINDA: STUDI KASUS DAERAH SEMPADAN SUNGAI KECAMATAN LOA JANAN ILIR, PALARAN DAN SAMARINDA SEBERANG
DOI:
https://doi.org/10.54902/jri.v5i02.141Kata Kunci:
Sempadan Sungai, Permukiman, Sungai Mahakam, SamarindaAbstrak
Tujuan penelitian ini adalah memantau penataan permukiman di kawasan tepian sungai Mahakam sesuai dengan PERMEN PUPR Nomor 28 Tahun 2015 untuk selanjutnya dapat diberikan rekomendasi pengembangan wilayah di Kota Samarinda dan kawasan permukiman berkelanjutan. Pengolahan data utama pada penelitian dilanjutkan dengan analisis deskriptif. Peta penutup lahan yang diperoleh dari Badan Informasi Geospasial menyajikan data penutup lahan permukiman dianalisis dengan menggunakan teknik analisis buffering dengan lebar 100 meter di kiri dan kanan sungai untuk mengetahui area sempadan sungai dan permukiman yang melanggar. Batas 100 meter dipilih berkaitan dengan ketentuan lebar, kedalaman, dan lokasi sungai menurut PERMEN PUPR Nomor 28 Tahun 2015 yang merupakan wilayah kajian peralihan perkotaan-perdesaan. Kawasan permukiman yang melanggar aturan sempadan sungai seluas 2 km2 pada sepanjang 3 kecamatan yaitu Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda Seberang, dan Palaran. Arahan pengelolaan sempadan Sungai Mahakam tidak lepas dari biogeofisik, sosial-ekonomi, dan kelembagaan. Pengelolaan sempadan sungai kritis untuk keberlanjutan lingkungan dan melindungi masyarakat dari risiko banjir. Diperlukan penetapan zona tepat, penghijauan kota, partisipasi masyarakat, penegakan hukum, dan pemanfaatan teknologi untuk menjaga ekosistem sungai dan kesejahteraan masyarakat.