KAJIAN POTENSI DESTINASI KAWASAN WISATA BARU

UPAYA PENGEMBANGAN WADUK BENANGA SEBAGAI POTENSI DESTINASI KAWASAN WISATA

  • M. Fauzan Noor Politeknik Negeri Samarinda
  • Hatta Musthafa Adham Putra Politeknik Negeri Samarinda
  • Said Keliwar Politeknik Negeri Samarinda
  • I Wayan Lanang Nala Politeknik Negeri Samarinda
Keywords: waduk, pengembangan pariwisata, potensi destinasi, kajian ilmiah

Abstract

Benanga Lempake Reservoir is one of the tourist attractions in the  first tourism development Zone from four zones which is contained in the tourism development planning document (RIPPAR) in Samarinda city.Benanga Lempake Reservoir in addition to functioning as a flood controller and as a provider of irrigation needs for agricultural land, it has also become one of the new tourist destinations in Samarinda city.The Purpose of this research is to produce a scientific studyof the development objectives of the potential new tourist destinations in the district of North Samarinda.This research method use a survey that is supported by indepth interviews with tourism stakeholders who are very aware of the object condition, focus group discussions conducted with local communities around the study site, and field observations. In addition, the literature study is used as a secondary data source to support the results of this study. From the results of this studies conducted that Lempake reservoir has the potential of tourist attraction in the form of educational tourism in agriculture, fisheries and animal husbandry (agro-tourism) and has natural beauty and has still a fresh climate and also has the potential to be a cultural tourist attraction. Conditions of accessibility are still inadequate especially road access and public transportation that are not yet available. This reservoir still needs to complete and provide public infrastructure, public facilities and toirism facilities to meet the needs of visitors. Based on these problems, efforts are needed for community empowerment programs in the field of tourism by forming a group of tourism awareness (POKDARWIS) and the need for structuring tour package in the form of educational and nature tourism. In addition, further research needs to be done to find out the potential of economic turnover and analyze environmental impacts (AMDAL) and water quality along with other issues related to physical conditions and reservoir boundaries. The development of Lempake reservoir into a new tourist attraction can contribute to the Regional Original Income (PAD) of Samarinda city.

 Keywords: reservoir, tourism development, potential destinations, scientific study

 

ABSTRAK

 Waduk Benanga Lempake (WBL) merupakan salah satu daya tarik wisata yang berada di Kawasan Pengembangan Pariwisata I (KPP) dari empat KPP yang terdapat dalam dokumen perencanaan pembangunan pariwisata (RIPPAR) di Kota Samarinda. WBL selain berfungsi sebagai pengendali banjir dan sebagai penyedia kebutuhan irigasi bagi lahan pertanian, WBL juga telah menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kota Samarinda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan kajian ilmiah sebagai acuan pengembangan tentang potensi destinasi kawasan wisata baru di Kecamatan Samarinda Utara. Metode penelitian ini adalah dengan survei yang didukung wawancara mendalam (indepth interview) dengan pemangku kepentingan yang sangat mengetahui kondisi objek kajian, diskusi kelompok (focus group discussion) dilakukan dengan masyarakat lokal yang berada di sekitar lokasi kajian, serta pengamatan lapangan (observasi). Selain itu, studi kepustakaan digunakan sebagai sumber data sekunder untuk mendukung hasil kajian ini.  Dari hasil Kajian yang dilakukan bahwa WBL memiliki potensi daya tarik wisata berupa wisata edukasi dibidang pertanian, perikanan dan peternakan (agrowisata) serta memiliki keindahan alam dan iklim yang masih sejuk, serta juga berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya. Kondisi aksesibilitas masih belum memadai, terutama akses jalan dan transportasi umum yang belum tersedia. WBL masih perlu melengkapi dan menyediakan prasarana umum, fasilitas umum, dan fasilitas pariwisata untuk memenuhi kebutuhan pengunjung. Berdasarkan permasalahan tersebut diperlukan upaya program pemberdayaan masyarakat di bidang pariwisata dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dan perlunya penataan paket wisata berupa wisata edukasi dan wisata alam. Selain itu pula masih perlu dilakukan kajian riset lanjutan untuk mengetahui potensi perputaran ekonomi dan menganalisis dampak lingkungan (AMDAL) serta kualitas air beserta permasalahan lain yang terkait dengan kondisi fisik dan sempadan waduk. Pengembangan Waduk Lempake menjadi objek wisata baru dapat memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda.

Kata kunci: waduk, pengembangan pariwisata, potensi destinasi, kajian ilmiah

References

Cooper, C., Fletcher, J., Gilbert, D., Fyall, A., Wanhill, S. (1998). Tourism Principles and Practice (2nd edition). London: Prentice-Hall.

Halden, D., Jones, P., and Wixey, S. (2005) Measuring Accessibility as Experienced by Different Socially Disad-vantaged Groups. Funded by the EPSRC FIT Programme, Working Paper 3, Acces-sibility Analysis Literature Review, Trans-port Studies Group – University of West-minster. DHC Consultancy, Edinburgh, page 1-55.

March, R. (2004). A Marketing-Oriented Tool To assess Destination Competitive-ness. National Library of Australia Cata-loguing in Publication Data, CRC for Sus-tainable Tourism Pty Ltd, page 1-15.

Pemerintah Republik Indoensia. (2009). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140. Jakarta: Kementerian Sekretariat Negara.

Pemerintah Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 11. Jakarta: Kementerian Sekretariat Negara.

Pemerintah Republik Indonesia. (2011). Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasonal Tahun 2010-2025. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 125. Jakarta: Kementerian Sekretariat Negara.

Susanti, S. dan Sastrawan, A. (2006). Pola Penataan Zona, Massa, dan Ruang Terbuka pada Perumahan Waterfront. Bandung: Universitas Katolik Parahyangan.

Published
2019-11-12
Section
Articles