KAJIAN SEKTOR EKONOMI BASIS KOTA SAMARINDA

  • Danna Solihin Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
  • Titin Ruliana Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
Keywords: Location Quetiont, Shift Share, Sektor Basis

Abstract

This study aim to analyse basis economy sektor in Samarinda . The era of regional autonomy, local governments are given the authority to hold role of government in comprehensive, real and responsibility, therefore each region is expected to be more advanced, independent, prosperous and competitive in the implementation of government and the development of their respective regions. Samarinda as the capital of East Kalimantan province, centainly ha s comparative advantage. Howefer, the largest contribution of Samarinda’s Gross Regional Domestic Product is currently still occupied by primary sector including the mining sector, well known, mining sector is economy sector based on unrenewable resources, which means that the more these resources are exploited, the more gradually getting thinner and require a very long time to get it back. Therefore, the authors are interested in conducting an analysis of the base sector, especially sectors based on renewable resources. The data used are Gross Regional Domestic Products in Samarinda and Gross Regional Domestic Product in East Kalimantan as comparative data period 2014-2018. The analysis tool used are the location quetiot (LQ) and shift share analysis. This analysis result shot that the financial services sector is the main base sector in Samarinda, while the economy sector that tend has high competitive is corporate service sector. This indicates that the economy growth of this city has structural change from the agricultural and mining sector  to the trade and services sector. This results of this study also show that the economy sector in Samarinda has been based on renewable resources.

 Keywords: Basis Sector; Location Quetiont; Shift Share

 

ABSTRAK

 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sektor ekonomi basis di Kota Samarinda. Di era otonomi daerah, pemerintah daerah diberikan kewenangan untuk menyelenggarakan pemerintahan yang lebih luas, nyata dan bertanggung jawab, sehingga diharapkan masing-masing daerah dapat lebih maju, mandiri, sejahtera dan kompetitif di dalam pelaksanaan pemerintahan maupun pembangunan daerahnya masing-masing. Kota Samarinda sebagai ibukota provinsi Kalimantan Timur tentu memiliki keunggulan komparatif. Akan tetapi, kontribusi terbesar PDRB Kota Samarinda saat ini masih diduduki oleh sektor primer diantaranya ialah sektor pertambangan, sebagaimana diketahui, sektor pertambangan merupakan sektor ekonomi yang berbasis sumber daya tidak terbarukan, yang dapat diartikan bahwa, semakin banyak sumber tersebut dieksploitasi maka lambat laun akan semakin menipis dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk memperolehnya kembali. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan analisis terhadap sector basis terutama sektor yang berbasis sumber daya terbarukan. Data penelitian yang digunakan ialah data terkait Produk Domestik Regional kota Samarinda dan Produk Domestik Regional Bruto Kalimantan Timur sebagai data pembanding periode 2014-2018. Alat analisis yang digunakan ialah analisis location quetiont dan analisis shift share. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa sektor jasa keuangan merupakan sektor basis utama di kota Samarinda sedangkan sektor ekonomi yang cenderung kompetitif dan memiliki daya saing tinggi ialah sektor jasa perusahaan. Hal ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi kota Samarinda telah mengalami perubahan struktur dari sektor pertanian dan penggalian menjadi sektor industri perdagangan dan jasa serta hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa sektor ekonomi kota Samarinda telah berbasis sumber daya terbarukan.

Kata kunci: Location Quetiont; Sektor Basis; Shift Share

References

Arsyad, Lincolin. (2010). Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta: Penerbit UPP STIM YKPN.

Badan Pusat Statistik Kota Samarinda. (2019). Samarinda Dalam Angka 2019. Samarinda: BPS Kota Samarinda.

Pemerintah Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53. Jakarta: Sekretariat Negara.

Putranto, Fajar Febrian dkk. (2019). Strategi Pengembangan Usaha Mikro di Kota Samarinda. Jurnal Riset Innosa, 1(1), 13-27.

Tarigan, Robinson. (2010). Ekonomi Regional: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara.

Todaro, M.P dan Smith, Stephen C. 2011. Economic Development, Eleventh Edition. United States: Addison Wesley.

Subandi. (2012). Ekonomi Pembangunan. Bandung: Alfabeta.

Published
2019-10-21
Section
Articles